Oleh: priya3rh | November 24, 2007

Koleksi Latar Gambar dan Suara ber-3G

Latar Gambar dan Suara 3G

http://www.rockyou.com/show_my_gallery2.php?source=ppsl&instanceid=92343385

“Gawat juga punya ponsel canggih video call. Ibunya anak-anak rajin nelpon, nanya ada di mana sekaligus nyocokin gambar latar belakang gue euy,” kata seorang teman.

Salah seorang teman wartawan (–yang tentunya sering keluyuran, atas nama dinas maupun hobi–) tersebut mengeluh sejak memiliki sepasang telepon seluler (ponsel) berteknologi generasi ketiga (3rd Generation/3G) berfasilitas video call –yang satu dipakai sendiri, dan satu lagi untuk sang istri tercinta– tiba-tiba saja urusan latar belakang posisi dirinya saat ngobrol dengan ibunya anak-anak bisa berbuntut panjang.

Bukan apa-apa, sang istri tercinta sering bertanya lebih jauh lantaran sepasang (atau lebih) fasilitas video call 3G memungkinkan pembicaraan tatap muka. Bila sebelumnya pembicaraan per ponsel hanya berlatar belakang suara, maka siapa pun yang saling bertatap muka di ponsel video call 3G makin dilengkapi suasana latar gambar.

Keluhan satu teman, ternyata menambah gagasan kreatif teman lainnya. “Kalau gitu, kita bikin bisnis persewaan latar belakang gambar dan buat ponsel video call 3G aja,” begitulah gagasan seorang teman wartawan lainnya, yang kebetulan pakarnya fotografi digital.

Maksudnya, siapa pun bisa menyiapkan sejumlah foto dan suara untuk memberikan suasana latar belakang seolah-olah ada di satu tempat yang diinginkan. Dalam slidesshow dicontohkan, seseorang saat ber-video call 3G seakan-akan sedang berada di taman kota Brussel (Belgia), dalam Masjid Brussel, rumah si Donal Bebek di Disneyland, alun-alun kota Lisabon (Portugal), nonton konser piano anak-anak, atau bahkan sedang di bengkel mobil (–tepatnya di kolong Land Rover–).

Singkat kata, teman fotografer itu pun menjanjikan bakal membagi-bagi (–dengan ongkos ganti kinerja, tentunya–) ke kami semua yang memiliki ponsel 3G berfasilitas video call. Ia menjanjikan, “Cuma semalem aja, gue bisa siapin banyak gambar plus suara yang suasananya pasti siip deh! Ntar lu semua gue kirimin via e-mail, sekaligus gue kasih nomor rekening!”

Waktu pun berlalu, dan kami pun saat bertemu teman fotografer tersebut (–entah sudah berapa bulan kemudian–) langsung menanyakan hasil kerjanya.

“Sudah jadi dan gue simpen di laptop sih. Cuma, gue pikir-pikir gak usah dipake deh. Gue kan profesional, bakal cilaka kalo bikin penipuan gambar dan suara. Apalagi, buat bini lu semua! hahahaha…” (-*-)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori